Metode/Model Pembelajaran dan Jenis-jenisnya

1. Pengertian Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara atau strategi yang digunakan guru untuk menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik agar tujuan pembelajaran tercapai secara efektif dan efisien.

Metode ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang mencakup:

  • Pendekatan (approach) → pandangan atau filosofi umum tentang belajar.

  • Metode (method) → cara sistematis yang digunakan dalam kegiatan belajar.

  • Teknik (technique) → langkah praktis yang dilakukan di lapangan.

Tujuan utama metode pembelajaran adalah menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, menyenangkan, dan bermakna (sesuai prinsip Merdeka Belajar).


2. Dasar Teori Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran berakar dari beberapa teori belajar utama:

Teori BelajarTokohCiri UtamaContoh Metode yang Sesuai
BehavioristikSkinner, PavlovBelajar = perubahan perilaku karena stimulus-respons.Ceramah, latihan, drill
KognitivistikPiaget, BrunerBelajar = proses berpikir dan memahami konsep.Diskusi, tanya jawab, peta konsep
KonstruktivistikVygotskySiswa membangun sendiri pengetahuannya melalui pengalaman.Project-Based Learning, Discovery Learning
HumanistikRogers, MaslowBelajar = pengembangan potensi diri dan nilai kemanusiaan.Pembelajaran reflektif, kontekstual
Sosial KognitifBanduraBelajar terjadi melalui observasi dan interaksi sosial.Role play, kolaboratif learning

3. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran

Berikut jenis-jenis metode pembelajaran yang umum digunakan di sekolah dan perguruan tinggi Indonesia:

A. Metode Tradisional

  1. Metode Ceramah
    Guru menyampaikan materi secara lisan kepada siswa.
    ➜ Cocok untuk pengantar materi baru atau penjelasan konsep sulit.
    Kelebihan: efisien untuk banyak siswa.
    Kelemahan: siswa cenderung pasif.

  2. Metode Tanya Jawab
    Guru mengajukan pertanyaan untuk memancing pemikiran siswa.
    ➜ Meningkatkan keterlibatan dan pemahaman konsep.

  3. Metode Diskusi
    Siswa bertukar pendapat untuk menyelesaikan masalah bersama.
    ➜ Melatih berpikir kritis, menghargai pendapat, dan kerja sama.


B. Metode Modern / Inovatif (Berbasis Kurikulum Merdeka)

  1. Project-Based Learning (PjBL)
    Siswa belajar melalui proyek nyata untuk menyelesaikan masalah.
    ➜ Contoh: membuat aplikasi sederhana tentang pengelolaan sampah.
    Cocok untuk: Profil Pelajar Pancasila dan pembelajaran lintas mata pelajaran.

  2. Discovery Learning
    Siswa menemukan konsep atau prinsip secara mandiri melalui eksplorasi.
    ➜ Contoh: menemukan rumus luas bangun datar dengan percobaan.

  3. Problem-Based Learning (PBL)
    Pembelajaran dimulai dengan masalah nyata yang harus dipecahkan.
    ➜ Contoh: menganalisis penyebab banjir di lingkungan sekitar.

  4. Collaborative Learning
    Pembelajaran berbasis kerja sama kelompok dengan tanggung jawab bersama.
    ➜ Cocok untuk melatih komunikasi dan empati.

  5. Inquiry Learning
    Siswa melakukan penyelidikan ilmiah berdasarkan rasa ingin tahu.
    ➜ Banyak digunakan dalam pembelajaran IPA dan IPS.

  6. Blended Learning
    Kombinasi antara pembelajaran tatap muka dan daring (online).
    ➜ Efektif diterapkan pasca-pandemi COVID-19.

  7. Digital Learning / E-Learning
    Menggunakan platform digital seperti Google Classroom, Moodle, atau Ruang Guru.
    ➜ Meningkatkan kemandirian dan literasi digital siswa.

  8. Role Playing / Simulation
    Siswa memerankan situasi tertentu untuk memahami konsep sosial atau etika.
    ➜ Contoh: simulasi rapat OSIS, sidang PBB, atau wawancara kerja.


4. Pemilihan Metode Pembelajaran

Pemilihan metode harus disesuaikan dengan:

  • Tujuan pembelajaran (pengetahuan, keterampilan, atau sikap)

  • Karakteristik peserta didik (usia, kemampuan, gaya belajar)

  • Konteks materi dan sarana yang tersedia

  • Waktu dan lingkungan belajar

Kurikulum Merdeka mendorong guru untuk mengombinasikan berbagai metode agar pembelajaran menjadi fleksibel dan berpusat pada peserta didik.


5. Contoh Penerapan di Sekolah

Mata PelajaranMetode yang CocokContoh Kegiatan
IPADiscovery LearningSiswa mengamati proses fotosintesis melalui percobaan.
IPSProject-Based LearningSiswa membuat peta potensi ekonomi daerahnya.
Bahasa IndonesiaCollaborative LearningSiswa menulis naskah drama bersama.
InformatikaProblem-Based LearningSiswa membuat program untuk menghitung nilai rata-rata.
PPKnRole PlayingSimulasi sidang musyawarah desa.

6. Kesimpulan

Metode pembelajaran merupakan komponen penting dalam keberhasilan pendidikan.
Guru tidak hanya dituntut menyampaikan materi, tetapi juga memfasilitasi pengalaman belajar yang bermakna, aktif, dan kontekstual.

Dalam era Merdeka Belajar, guru didorong untuk:

  • Menggunakan metode inovatif yang menumbuhkan kemandirian dan kreativitas.

  • Mengintegrasikan teknologi digital dan proyek nyata.

  • Mengembangkan Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran yang mendalam.


7. Referensi

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022).
    Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.

  2. Majid, A. (2020).
    Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  3. Sani, R. A. (2019).
    Pembelajaran Inovatif: Teori dan Praktik dalam Pembelajaran Abad 21. Jakarta: Bumi Aksara.

  4. Hosnan, M. (2016).
    Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

  5. Sagala, S. (2018).
    Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Tentang Gurututorku

Gurututorku adalah sebuah kursus online maupun offline yang menyediakan berbagai macam tutorial tentang pemrograman, design, dan multimedia serta artikel teknologi yang tentunya bisa dinikmati dan dipelajari oleh semua orang yang baru ingin belajar dunia IT.

© 2024 – Gurututorku.com | Learning today success tomorrow.